TERNYATA...!!



TERNYATA….!
( oleh: Ayunurita .S.)



            Hampir pukul 08.00 WIB, ku percepat langkahku. Lorong demi lorong kelas kulewati dengan cepat. Aku ingin segera sampai di kelas. Waktu aku lewati laboratorium IPA, ku dengar suara perempuan memanggil namaku.
            “Tara, Tara…!” segera ku tengok ke arah suara tadi. Tak ada seseorangpun disana. Tak ku pedulikan suara tadi, segera ku lanjutkan langkahku menuju ruang kelas IX E. tapianehnya suara tadi terdengar lagi. Ku pikir itu hanya perasaanku saja. Tapi, suara tadi terus saja muncul. Aku tidak tahan lagi. ku tengokan kepalaku kea rah suara tadi. Tak ada seorangpun disana, bulu kudukku berdiri. Aku semakin mempercepat langkahku menuju ruang kelasku.
            Tiba-tiba tanpa kusadari ada seorang perempuan berambut panjang berdiri di hadapanku dan menatapku dengan wajah seakan ingin menerkamku. Aku tak kenal sipa dia. Murid ataupun guru disini tidak ada yang seperti dia. Ku tatap dia lekat-lekat.
“Waaaaaaaaaa!!!” ku berteriak sekeras mungkin setelah ku tahu siapa sosok di hadapanku tadi. Aku beralari menjauhi perempuan tadi, aku sembunyi di dalam sebuah kelas. Kelas itu tak berpenghuni. Yang ada di sana hanya barisan bangku-bangku kosong.
“kenapa jam segini kelas kok kosong?” tanyaku keheranan.
            Segera aku keluar dari kelas kosong itu. Ku buka pintu dengan perlahan, ku tengok ke kanan dan kiri. Tak ada siapapun disini.  Sudah hampir jam 08.00 WIB tapi kenapa belum juga ada guru atau siswa yang datang. Biasanya jam-jam segini sudah rame. Aku jadi keheranan dengan keadaan sekolahku yang seperti ini. Ku segera berjalan menuju kelas. Ketika ku lewati perpustakaan, di balik jendela ku lihat seorang perempuan sedang duduk di atas sebuah batu. Tapi, kapan di perpustakaan ada batu. Ku pandangi lekat-lekat batu itu, itu bukan batu biasa tetapi itu adalah sebuah batu nisan. Mataku terbelalak ketika melihat perempuan yang duduk di atas batu itu, dan aku kaget ternyata perempuan tadi bukan manusia tetapi…
“SETAN….!” Teriakku.
            Aku segera berlari karna ketakutan,aq berlari tanpa arah. Rasanya aku ingin keluar dari tempat yang menyeramkan seperti ini. Setelah sekian lama aku berlari, aku tdak menemukan jalan untuk keluar dari tempat ini. Aku sudah lelah berlari, tapi ku harus temukan jalan keluar dari sini. Lama-lama aku bisa gila berada di tempat yang seram seperti ini. Ketika aku berlari menuju sebuah cahaya yang terang, tiba-tiba…
BRUK!!!
“Aduh…!” rintihku pada diriku sendiri
            Aku pandangi semua benda yang ada di sekelilingku, sembari sesekali aku berdecap kagum.
            “Ternyata hanya mimpi” kataku sambil tersenyum pada cicak yang ada di dinding kamarku.

                                                                        Oleh: Ayunurita Safitri
                                                                               
Pernah dimuat di majalah CERIAKU edisi 1/2009

Comments

Popular posts from this blog

Biografi KH Agus Salim – Bapak Pandu Indonesia

Modul Kesiapsiagaan Bela Negara

SIMBOL-SIMBOL NASIONALISME INDONESIA